HRD dalam Membuat Analisis Jabatan Lengkap
![]() |
| HRD dalam Membuat Analisis Jabatan Lengkap |
Analisis Jabatan: Pengertian, Tahapan, dan Penerapannya dalam HRD
Analisis jabatan (job analysis) adalah proses sistematis yang digunakan HRD untuk menentukan keterampilan, tugas, pengetahuan, dan kemampuan yang diperlukan agar seseorang dapat menjalankan suatu pekerjaan secara efektif. Hasil dari analisis ini menjadi dasar penyusunan deskripsi pekerjaan (Job Description), spesifikasi jabatan (Job Specification), struktur gaji, standar evaluasi kinerja, hingga program pelatihan. Tanpa analisis jabatan yang akurat, perusahaan berisiko mengalami kesalahan rekrutmen, ketidaksesuaian kompetensi, dan ketidakefektifan dalam pengembangan SDM.
Artikel ini menguraikan tahapan lengkap dalam analisis jabatan beserta manfaat dan output yang dihasilkan. Untuk panduan HRD lainnya, Anda dapat mengunjungi https://tipshrd.com.
Tahapan Lengkap Proses Analisis Jabatan
Proses analisis jabatan dapat dibagi menjadi enam langkah utama, dimulai dari perencanaan hingga dokumentasi akhir. Setiap langkah memiliki peran penting untuk memastikan hasil yang akurat dan valid.
1. Perencanaan dan Persiapan
Tahap awal ini menentukan arah keseluruhan proses analisis jabatan. HRD melakukan beberapa aktivitas berikut:
a. Identifikasi Tujuan
HRD harus mengetahui alasan mengapa analisis jabatan dilakukan. Beberapa tujuan umum meliputi:
-
Membuka posisi baru untuk proses rekrutmen
-
Perubahan struktur organisasi
-
Penyusunan standar kinerja
-
Evaluasi jabatan untuk penyesuaian gaji
-
Menyusun kebutuhan pelatihan
-
Mengurangi turnover untuk jabatan tertentu
Dengan tujuan yang jelas, proses analisis akan lebih fokus dan efektif.
b. Pemilihan Jabatan Kunci
Tidak semua jabatan perlu dianalisis pada saat yang sama. HRD biasanya memilih:
-
Jabatan yang kritis
-
Jabatan dengan tingkat turnover tinggi
-
Jabatan baru
-
Jabatan yang berdampak besar pada kinerja perusahaan
c. Penentuan Metodologi
HRD memilih metode pengumpulan data yang paling tepat, seperti:
-
Wawancara
-
Observasi
-
Kuesioner
-
Log harian
-
Studi dokumen
Pemilihan metode dapat disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan ketersediaan sumber daya.
d. Komunikasi kepada Karyawan
HRD perlu menjelaskan tujuan dan proses analisis kepada karyawan serta supervisor yang terlibat. Langkah ini penting untuk memastikan keterbukaan, kerja sama, dan kelancaran pengumpulan data.
2. Pengumpulan Data Menggunakan Berbagai Metode
Tahap ini adalah inti dari analisis jabatan. HRD mengumpulkan informasi rinci mengenai pekerjaan yang dilakukan sehari-hari. Beberapa metode yang umum digunakan yaitu:
a. Wawancara
Dilakukan dengan pemegang jabatan dan atasan untuk menggali:
-
Tugas harian
-
Tantangan pekerjaan
-
Alat atau software yang digunakan
-
Ruang lingkup tanggung jawab
Wawancara sangat efektif untuk jabatan manajerial atau pekerjaan yang tidak bisa diamati langsung.
b. Kuesioner atau Survei
Karyawan diminta mengisi formulir mengenai:
-
Daftar tugas
-
Frekuensi pelaksanaan
-
Tingkat kepentingan
-
Beban kerja
Metode ini efisien untuk jabatan yang banyak jumlah incumbents-nya.
c. Observasi Langsung
Cocok untuk pekerjaan operasional atau teknis yang dapat diamati prosesnya. HRD dapat melihat:
-
Cara kerja
-
Alur kegiatan
-
Peralatan yang digunakan
-
Kondisi kerja
d. Buku Harian atau Log Harian
Karyawan mencatat aktivitas mereka selama beberapa hari atau minggu. Metode ini memberi gambaran akurat tentang variasi tugas.
e. Studi Dokumen Eksisting
HRD meninjau:
-
JD/JS lama
-
SOP
-
Manual kerja
-
Struktur organisasi
-
KPI yang digunakan
Tahap ini membantu memahami konteks pekerjaan yang sedang dianalisis.
3. Analisis dan Sintesis Data
Setelah data terkumpul, HRD memasuki tahap analisis untuk merangkum informasi dan mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam pekerjaan.
Elemen yang dianalisis meliputi:
a. Tugas dan Kewajiban (Tasks and Duties)
HRD menyusun daftar tugas inti dan tugas pendukung berdasarkan:
-
Frekuensi pekerjaan
-
Tingkat tanggung jawab
-
Dampak terhadap unit kerja
b. Kondisi Kerja (Working Conditions)
Meliputi:
-
Lingkungan fisik
-
Potensi risiko atau bahaya
-
Jam kerja
-
Tingkat tekanan pekerjaan
-
Interaksi dengan mesin atau alat tertentu
c. Standar Kinerja (Performance Standards)
HRD menentukan kriteria mengenai:
-
Kualitas yang diharapkan
-
Kuantitas output
-
Ketepatan waktu
-
Prosedur kerja yang harus diikuti
Standar ini kelak digunakan untuk penilaian kinerja.
d. Kompetensi yang Diperlukan (Knowledge, Skills, and Abilities – KSA)
Termasuk:
-
Pengetahuan teknis
-
Hard skills (misalnya penggunaan software tertentu)
-
Soft skills (komunikasi, manajemen waktu, koordinasi)
-
Kemampuan fisik dan mental
4. Penyusunan Job Description (JD)
Setelah data dianalisis, HRD menyusun deskripsi pekerjaan. Komponen wajib JD meliputi:
-
Nama Jabatan
-
Departemen dan Lini Pelaporan
-
Ringkasan Jabatan
-
Tugas dan Tanggung Jawab Utama
-
Wewenang (Authority Level)
-
Hubungan Kerja (Internal & Eksternal)
-
Kondisi Kerja
-
Indikator Kinerja Utama (KPI)
JD harus ditulis secara jelas, ringkas, dan mudah dipahami oleh seluruh pihak.
5. Penyusunan Job Specification (JS)
JS berfungsi menentukan siapa yang cocok untuk menduduki jabatan tersebut. Komponen JS meliputi:
-
Pendidikan minimal
-
Pengalaman kerja yang diperlukan
-
Hard skills dan soft skills
-
Sertifikasi (jika dibutuhkan)
-
Kompetensi inti dan kompetensi manajerial
-
Kemampuan fisik atau mental tertentu
-
Persyaratan lainnya seperti lisensi atau izin khusus
6. Verifikasi, Dokumentasi, dan Finalisasi
Tahap penutup meliputi:
-
Memverifikasi dokumen dengan kepala departemen
-
Meminta persetujuan manajemen
-
Menyimpan catatan analisis
-
Mengomunikasikan JD/JS kepada pemegang jabatan
-
Melakukan revisi berkala sesuai kebutuhan
Verifikasi penting untuk memastikan dokumen benar-benar menggambarkan pekerjaan secara akurat.
Manfaat Utama Analisis Jabatan bagi Perusahaan
Melakukan analisis jabatan secara tepat memberikan dampak strategis antara lain:
1. Rekrutmen Tepat Sasaran
HRD dapat memilih kandidat yang sesuai kompetensi dan kebutuhan pekerjaan.
2. Penentuan Gaji yang Objektif
Struktur gaji menjadi lebih adil berdasarkan bobot jabatan.
3. Pengembangan Pelatihan yang Relevan
Program training tidak lagi bersifat generik, tetapi berbasis kebutuhan aktual.
4. Penilaian Kinerja Lebih Akurat
KPI disusun berdasarkan tugas dan tanggung jawab yang jelas.
5. Pengembangan Karier Lebih Terarah
Career path dapat dibangun berdasarkan kompetensi jabatan yang terukur.
Kesimpulan
Analisis jabatan merupakan fondasi utama dalam seluruh fungsi HRD. Proses ini membantu perusahaan memahami peran, tugas, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk setiap jabatan. Dengan memiliki JD dan JS yang akurat, perusahaan dapat menjalankan rekrutmen, evaluasi kinerja, pelatihan, serta manajemen kompensasi dengan lebih efektif dan efisien.
Untuk referensi dan artikel HRD lainnya, Anda dapat mengunjungi https://tipshrd.com.
